Mengalami aborsi, baik dengan prosedur medis maupun bedah seperti kuret atau vakum aspirasi, tentu membawa dampak fisik dan emosional bagi setiap perempuan. Salah satu kunci utama agar proses pemulihan berjalan lancar adalah mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan setelah aborsi.
Artikel ini akan memberikan panduan lengkap bagi Anda yang baru saja menjalani tindakan aborsi, agar tubuh cepat pulih dan risiko komplikasi bisa dihindari.

1. Jangan Mengangkat Beban Berat Terlebih Dahulu
Setelah aborsi, tubuh sedang dalam masa pemulihan. Mengangkat beban berat seperti galon air, tas belanjaan besar, atau anak kecil bisa memberi tekanan pada rahim dan memperparah pendarahan. Berikan waktu istirahat yang cukup selama beberapa hari dan minta bantuan orang lain untuk aktivitas fisik berat.
Tips: Istirahat total setidaknya selama 2–3 hari pertama, lalu perlahan-lahan kembali ke aktivitas normal dengan memperhatikan kondisi tubuh.
2. Hindari Berhubungan Seksual Terlebih Dahulu
Salah satu hal penting yang tidak boleh dilakukan setelah aborsi adalah berhubungan intim terlalu cepat. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menunda hubungan seksual selama 2 minggu, atau hingga tidak ada lagi pendarahan.
Hal ini penting untuk mencegah infeksi karena leher rahim masih terbuka dan sangat rentan.
Catatan: Jika muncul gejala seperti nyeri hebat, keputihan berbau, atau demam, segera konsultasikan ke klinik atau rumah sakit.
3. Jangan Menggunakan Pembalut Dalam (Tampon) atau Menyemprotkan Cairan ke Vagina
Setelah aborsi, organ intim sedang dalam kondisi sensitif. Penggunaan tampon atau douching (menyemprot vagina) bisa memicu infeksi karena mengganggu flora normal vagina dan memperkenalkan bakteri.
Sebaiknya gunakan pembalut biasa hingga pendarahan berhenti total.
4. Jangan Lewatkan Jadwal Kontrol Pasca Aborsi
Setelah tindakan aborsi, penting untuk mengikuti jadwal kontrol ulang ke dokter kandungan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa rahim sudah bersih, tidak ada sisa jaringan kehamilan, dan tidak terjadi komplikasi.
Banyak pasien merasa sudah membaik secara fisik, lalu melewatkan kontrol. Padahal, beberapa komplikasi bisa muncul tanpa gejala yang jelas.
Saran: Buat jadwal kontrol sejak awal saat konsultasi aborsi, dan pastikan untuk datang sesuai waktu yang disarankan dokter.
5. Jangan Mengabaikan Sinyal dari Tubuh Anda
Setiap perempuan punya respon tubuh yang berbeda setelah aborsi. Beberapa bisa pulih cepat, sementara lainnya membutuhkan waktu lebih lama. Anda tidak boleh memaksakan diri untuk cepat pulih jika tubuh belum siap.
Dengarkan tubuh Anda. Bila masih merasa lemas, sering pusing, atau mengalami nyeri terus-menerus, segera periksakan diri ke dokter.
6. Hindari Konsumsi Obat Tanpa Resep Dokter
Mungkin Anda ingin mengurangi rasa sakit dengan obat pereda nyeri atau ingin mempercepat penyembuhan dengan antibiotik. Tapi ingat, obat-obatan tidak boleh dikonsumsi sembarangan setelah aborsi. Kombinasi yang salah bisa berbahaya, terutama jika Anda punya riwayat penyakit tertentu.
Konsultasikan semua obat yang ingin dikonsumsi dengan dokter atau apoteker.
7. Jangan Langsung Kembali ke Aktivitas Berat atau Olahraga Intens
Meskipun Anda merasa sehat, olahraga berat seperti angkat beban, lari jarak jauh, atau latihan intens lainnya harus ditunda minimal 1–2 minggu. Fokuslah dulu pada istirahat dan pemulihan.
Bila ingin bergerak, cukup lakukan jalan kaki ringan di rumah atau stretching ringan.
8. Jangan Menyimpan Stres dan Emosi Sendiri
Aborsi bukan hanya persoalan fisik, tapi juga emosional. Beberapa wanita merasa sedih, bersalah, bahkan depresi setelah tindakan. Hal yang penting adalah tidak memendam semua itu sendirian.
Bicaralah dengan orang yang dipercaya, atau konsultasikan ke psikolog jika Anda merasa membutuhkan dukungan mental.
9. Tidak Disarankan Langsung Mencoba Hamil Lagi
Banyak pasien bertanya, “Kapan bisa hamil lagi setelah aborsi?” Jawabannya tergantung dari kondisi tubuh Anda dan alasan aborsi sebelumnya.
Namun secara umum, dokter menyarankan menunda kehamilan minimal 2–3 bulan setelah aborsi, agar tubuh punya waktu untuk benar-benar pulih dan siklus menstruasi kembali normal.
Kesimpulan
Jadi, apa yang tidak boleh dilakukan setelah aborsi? Jawabannya cukup banyak, mulai dari aktivitas fisik berat, hubungan intim, hingga konsumsi obat sembarangan. Semua hal tersebut harus dihindari agar proses penyembuhan berjalan optimal dan tidak menimbulkan komplikasi di kemudian hari.
Jika Anda membutuhkan panduan lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung ke klinik aborsi resmi yang berpengalaman. Setiap pasien berhak mendapatkan pemulihan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Butuh Konsultasi Lanjutan?
Kami di [Nama Klinik Anda] siap mendampingi proses Anda dari awal hingga pulih sepenuhnya. Klinik kami menyediakan layanan:
- Konsultasi aborsi aman
- Pemeriksaan USG dan tindakan medis
- Perawatan pasca-aborsi
- Konseling mental & emosional






